Bersujud adalah sahwi adalah sujud yang dibuat karena kita mengalami lupa dalam shalat, apakah kita lupa melakukan sesuatu yang sunnah atau hal-hal lain yang secara tidak sengaja salah. Sumber : berdoa.co.id

Sujud-kelupaan-nya

Menurut bahasa “sahwi” itu berarti melupakan dan menurut syara ‘adalah membuat dua sujud sebelum mengucapkan selamat tinggal. Dengan kondisi dan doa tertentu. Sebagai contoh, sujud dilakukan dalam sahwi karena lupa nomor akan menjadi nomor rakaat.

Sujud sujud bisa untuk memperbaiki pilar atau mengganti pilar yang terlupakan.

Utusan Allah berkata:

Jika salah satu dari Anda meragukan doanya, tetapi ia tidak tahu berapa banyak ia berdoa tiga atau empat, biarkan dia meragukan dan membangun apa yang telah ia percayai, kemudian sujudkan dua sujud sebelum ia menyampaikan. Jika ia berdoa lima, ia bersyafaat dengan doa-doanya, dan jika ia berdoa untuk empat, mereka adalah bacaan Setan.

Ini berarti:

“Jika kamu ragu dalam doanya, dan kamu tidak tahu pasti berapa banyak doa yang telah dia doakan, tiga atau empat doa kemudian lemparkan keraguan itu dan ambil apa yang pasti.”

“Jadi lakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah memenuhi doanya.

“Jadi jika ternyata sholat benar-benar empat rakaat, maka sujud itu seperti penghinaan terhadap Setan.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Bacaan sujud Sahwi

Pada dasarnya, tidak ada bacaan khusus yang dibaca ketika sujud itu sahwi. Oleh karena itu, membaca sujud dapat membaca sujud yang sah sebagai doa yang sering kita baca dalam sujud.

Sujud Sahwi

Namun, ada beberapa imam atau ulama yang menafsirkan untuk membaca doa sujud sebagai berikut.
Bacaan sujud Sahwi

Membaca-sujud-pelupa

Amsal Arab Baca Amsal

Kemuliaan bagi orang yang tidak tidur atau tidak lupa
Bacaan sujud dari Sahwi Latin

“Subhana man laa yanaamu wa laa yas-huw”
Arti bacaan sujud Sahwi

“Kemuliaan bagi Tuhan yang tidak pernah tidur dan tidak pernah lupa.”

Dengarkan dan baca juga: Sujud Bersyukur

Kenapa Sujud Sahwi

Sujud sujud dilakukan karena beberapa hal, termasuk:

Ketika kita lupa untuk duduk lebih awal.
Ketika Anda lupa membaca tasyahud dimulai.
Ketika Anda lupa membaca shalawat di awal tasyahud.
Ketika Anda lupa shalat Qunut, seperti yang dikatakan sekolah Syafi'iyah.
Ketika Anda lupa salah satu rukun salat dan ingat sebelum mengerjakan harmoni itu dalam rak'ah berikutnya.
Lupakan salah satu pilar doa dan ingat ketika / setelah mengerjakan pilar yang sama dengan doa rakaat, seperti tiga atau empat.
Jika kita percaya bahwa jumlah rakaat shalat yang kita lakukan ternyata kurang.
Jika kita mengucapkan selamat tinggal sebelum doa kita sempurna. Karena itu, jumlah bingkai masih kurang.
Jika seseorang yang berdoa sudah mengucapkan selamat tinggal, tetapi ada orang yang mengatakan kepada Anda bahwa doa itu hilang / ada yang dilupakan.

Bagaimana cara sujud Sahwi
Bagaimana cara sujud?

Berikut cara melakukan sujud menurut pendapat ulama.

Cara melakukan sujud sama dengan sujud ketika berdoa.
Sujah ​​dilakukan dua kali, yang dipisahkan dengan duduk sebentar atau duduk di antara dua sujud. Ini dijelaskan untuk membaca takbir setiap kali mereka sujud atau bangkit dari sujud.
Setelah salam ini segera, jangan menemaninya dengan tasyahud. Waktu tersebut kemudian berakhir pada akhir doa, sebelum salam atau sesaat setelah shalat (jika dilupakan) yang dilakukan setelah salam.

Sujud sujud dapat dilakukan sebelum salam atau setelah salam, ini sesuai dengan kasus ketika Anda lupa menghitung atau bergaul dengan doa.

Baca dan baca juga: Bacaan doa wajib

Dari kecelakaan lupa melakukan sujud bagi sahwi, ada 2 hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Sujud sujud di depan salam

Sujud yang dibuat sebelum salam adalah karena:

Saya lupa melakukan tasyahud awal. Mirip dengan ini adalah semua kasus meninggalkan shalat wajib karena dilupakan
Keraguan tentang jumlah shalat rak'ah yang sedang dikerjakan dan saya tidak yakin tentang jumlah rak'ah.
  1. Sujud sujud setelah salam

Sujud yang dilakukan setelah salam adalah karena:

Ada sejumlah tambahan doa rakaat
Ada gerakan lebih lanjut dalam doa
Keraguan dan bisa menentukan mana yang lebih meyakinkan

Diceritakan oleh Abdullah bin Buhainah Ra.

“Pada suatu waktu, Rasulullah memimpin shalat kami. Setelah dua rakaat, ia segera berdiri tanpa duduk (tasyahud awal) dan banyak jamaah mengikutinya juga.”

“Ketika salat selesai dan kami menunggunya mengucapkan selamat tinggal, ternyata itu takbir, lalu ia membungkuk dua kali ketika duduk