Paris Najd Berita Microsoft Ingin Buat Chatbot yang Dapat Buat Pengguna Bicara dengan Orang Mati?

Microsoft Ingin Buat Chatbot yang Dapat Buat Pengguna Bicara dengan Orang Mati?

Microsoft memikirkan buat menghasilkan suatu chatbot yang dapat berdialog semacam seperti manusia.

Perihal ini dimungkinkan dengan teknologi AI( artificial intelligence) alias kecerdasan buatan. Alasannya AI bekerja dengan menekuni banyak data setelah itu mengambil keputusan bersumber pada informasi- informasi yang dipelajari.

Walaupun sangat bermanfaat serta objektif, perihal ini nyatanya pula dapat menakutkan. Microsoft berkomentar kalau AI dapat dipakai buat menyamai seorang. Dapat jadi pula orang yang telah wafat dunia.

Bagi data yang ditemui oleh Protocol, Microsoft tengah mengajukan suatu paten pada US Patent and Trademark Office, di mana industri memikirkan buat membuat suatu chatbot yang dapat berdialog dengan orang yang kita tahu, tercantum orang yang sudah tiada.

Pastinya, bicara dengan orang yang telah wafat secara online bisa jadi dapat jadi suatu metode buat nostalgia Berita Teknologi Terbaru .

Pada deskripsi paten yang diajukan, tertulis” dalam beberapa aspek, informasi sosial semacam foto, informasi suara, unggahan media sosial, email, pesan, serta lain- lain menimpa orang tertentu bisa jadi hendak diakses. Informasi ini bisa digunakan buat menghasilkan ataupun modifikasi indeks spesial, semacam karakter dari seorang.”

Semacam dikenal, terdapat banyak permasalahan di mana account media sosial yang sudah diretas bisa dipakai buat mengirimkan pesan spam ataupun tautan beresiko serta itu bukan berasal dari sang pengguna asli.

Tetapi dengan mengenakan AI serta membagikan data, perihal tersebut malah dapat mengacu ke tingkat baru dari pencurian bukti diri.

Tidak hanya itu, secara realistis, berdialog dengan chatbot serta menganggapnya seakan orang terdekat yang sudah wafat bisa jadi lumayan aneh serta sedikit salah Kunci Jawaban Brain Out .

Terlepas dari paten menimpa AI tersebut, Microsoft belum lama ini jadi sasaran dari kampanye serbuan yang diselenggarakan SolarWinds.

Hacker Rusia yang dicurigai bagaikan aktor di balik serbuan siber terburuk di Amerika Serikat( AS) dalam sebagian tahun terakhir, diprediksi menggunakan akses pengecer ke layanan Microsoft buat menembus sasaran yang tidak mempunyai network aplikasi yang dikompromikan dari SolarWinds.

SolarWinds sendiri merupakan industri penyedia fitur lunak buat bisnis yang berbasis di Texas, AS.

Industri keamanan siber CrowdStrike Holdings Inc berkata, pembaruan pada fitur lunak Orion SolarWinds ialah salah satunya celah yang dimanfaatkan hacker bagaikan jalur masuk ke pengecer yang menjual lisensi Office serta memakainya buat berupaya membaca email CrowdStrike.

CrowdStrike memakai program Office buat pengolah kata, namun tidak buat email. Upaya hacker yang gagal– dilakukan sebagian bulan lalu– ditunjukkan ke CrowdStrike oleh Microsoft pada 15 Desember 2020.

CrowdStrike, yang tidak memakai SolarWinds, berkata tidak menciptakan akibat dari upaya intrusi serta menolak mengatakan nama pengecer tersebut.

” Mereka( hacker) masuk lewat akses pengecer serta berupaya mengaktifkan hak istimewa membaca email,” kata salah satu orang yang mengenali penyelidikan tersebut kepada Reuters, dilansir Minggu( 27/ 12/ 2020).

Baca Juga : Video Interaktif Luar Biasa

Banyak lisensi fitur lunak Microsoft dijual lewat pihak ketiga, serta industri tersebut bisa mempunyai akses yang nyaris konstan ke sistem klien dikala pelanggan meningkatkan informasi produk ataupun karyawan.

Korban yang dikenal sepanjang ini tercantum saingan CrowdStrike, FireEye Inc dan Kementerian Pertahanan, Negeri, Perdagangan, Keuangan, serta Keamanan Dalam Negara AS.

Terdapat pula beberapa industri teknologi besar, tercantum Microsoft, Intel, VMware, Belkin, serta Cisco Systems.

Microsoft Ingin Buat Chatbot yang Dapat Buat Pengguna Bicara dengan Orang Mati?

Microsoft memikirkan buat menghasilkan suatu chatbot yang dapat berdialog semacam seperti manusia.

Perihal ini dimungkinkan dengan teknologi AI( artificial intelligence) alias kecerdasan buatan. Alasannya AI bekerja dengan menekuni banyak data setelah itu mengambil keputusan bersumber pada informasi- informasi yang dipelajari.

Walaupun sangat bermanfaat serta objektif, perihal ini nyatanya pula dapat menakutkan. Microsoft berkomentar kalau AI dapat dipakai buat menyamai seorang. Dapat jadi pula orang yang telah wafat dunia.

Bagi data yang ditemui oleh Protocol, Microsoft tengah mengajukan suatu paten pada US Patent and Trademark Office, di mana industri memikirkan buat membuat suatu chatbot yang dapat berdialog dengan orang yang kita tahu, tercantum orang yang sudah tiada.

Pastinya, bicara dengan orang yang telah wafat secara online bisa jadi dapat jadi suatu metode buat nostalgia.

Pada deskripsi paten yang diajukan, tertulis” dalam beberapa aspek, informasi sosial semacam foto, informasi suara, unggahan media sosial, email, pesan, serta lain- lain menimpa orang tertentu bisa jadi hendak diakses. Informasi ini bisa digunakan buat menghasilkan ataupun modifikasi indeks spesial, semacam karakter dari seorang.”

Semacam dikenal, terdapat banyak permasalahan di mana account media sosial yang sudah diretas bisa dipakai buat mengirimkan pesan spam ataupun tautan beresiko serta itu bukan berasal dari sang pengguna asli.

Tetapi dengan mengenakan AI serta membagikan data, perihal tersebut malah dapat mengacu ke tingkat baru dari pencurian bukti diri.

Tidak hanya itu, secara realistis, berdialog dengan chatbot serta menganggapnya seakan orang terdekat yang sudah wafat bisa jadi lumayan aneh serta sedikit salah.

Terlepas dari paten menimpa AI tersebut, Microsoft belum lama ini jadi sasaran dari kampanye serbuan yang diselenggarakan SolarWinds.

Hacker Rusia yang dicurigai bagaikan aktor di balik serbuan siber terburuk di Amerika Serikat( AS) dalam sebagian tahun terakhir, diprediksi menggunakan akses pengecer ke layanan Microsoft buat menembus sasaran yang tidak mempunyai network aplikasi yang dikompromikan dari SolarWinds.

SolarWinds sendiri merupakan industri penyedia fitur lunak buat bisnis yang berbasis di Texas, AS.

Industri keamanan siber CrowdStrike Holdings Inc berkata, pembaruan pada fitur lunak Orion SolarWinds ialah salah satunya celah yang dimanfaatkan hacker bagaikan jalur masuk ke pengecer yang menjual lisensi Office serta memakainya buat berupaya membaca email CrowdStrike.

CrowdStrike memakai program Office buat pengolah kata, namun tidak buat email. Upaya hacker yang gagal– dilakukan sebagian bulan lalu– ditunjukkan ke CrowdStrike oleh Microsoft pada 15 Desember 2020.

CrowdStrike, yang tidak memakai SolarWinds, berkata tidak menciptakan akibat dari upaya intrusi serta menolak mengatakan nama pengecer tersebut.

” Mereka( hacker) masuk lewat akses pengecer serta berupaya mengaktifkan hak istimewa membaca email,” kata salah satu orang yang mengenali penyelidikan tersebut kepada Reuters, dilansir Minggu( 27/ 12/ 2020).

Banyak lisensi fitur lunak Microsoft dijual lewat pihak ketiga, serta industri tersebut bisa mempunyai akses yang nyaris konstan ke sistem klien dikala pelanggan meningkatkan informasi produk ataupun karyawan.

Korban yang dikenal sepanjang ini tercantum saingan CrowdStrike, FireEye Inc dan Kementerian Pertahanan, Negeri, Perdagangan, Keuangan, serta Keamanan Dalam Negara AS.

Terdapat pula beberapa industri teknologi besar, tercantum Microsoft, Intel, VMware, Belkin, serta Cisco Systems.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *