Masalah dengan kondisi kejiwaan dapat memengaruhi banyak aspek kesehatan, termasuk pola tidur. Beberapa jenis gangguan kejiwaan dapat membuat Anda terjaga sepanjang malam. Sebaliknya, ada juga gangguan mental yang justru membuat Anda terlalu banyak tidur dan selalu merasa lelah sepanjang waktu. Apa saja contohnya?
Berbagai gangguan kejiwaan yang menyebabkan tidur berlebihan

Hipersomnia adalah suatu kondisi di mana seseorang selalu tidur di siang hari atau tidur terlalu lama dalam satu hari. Orang dengan hipersomnia dapat tidur kapan saja walaupun mereka sedang bepergian.

Kondisi ini tentu saja dapat memengaruhi suasana hati, energi, dan kondisi mental secara umum. Hipersomnia sering terjadi pada orang dengan gangguan mental seperti:

  1. Depresi

kerusakan otak akibat depresi

Depresi dapat menyebabkan insomnia, hipersomnia atau keduanya.

Sejumlah penelitian juga menemukan bahwa penderita yang keduanya menghadapi pada saat yang sama cenderung mengalami depresi yang parah dan berkepanjangan.

Hipersomnia pada orang dengan depresi biasanya dimulai dengan insomnia jangka panjang.

Insomnia membuat Anda sulit tidur di malam hari, sehingga Anda sering tidur di siang hari. Rasa kantuk inilah yang akhirnya membuat Anda terlalu banyak tidur.

  1. Gangguan bipolar

bagaimana berurusan dengan mitra bipolar

Gangguan bipolar ditandai oleh perubahan ekstrem dalam suasana hati. Seperti halnya depresi, gangguan mental ini dapat menyebabkan insomnia dan tidur berlebihan.

Bedanya, perubahan suasana hati memiliki pengaruh besar pada pemicu gangguan tidur.

Mengacu pada hasil berbagai penelitian di situs web Harvard Health, 69-99 persen orang dengan gangguan bipolar mengalami insomnia selama episode manik (fase mood yang baik).

Selama timbulnya depresi, sebanyak 23-78 persen pasien menderita hipersomnia.

Gangguan Kejiwaan

  1. Gangguan afektif musiman (SAD)

gangguan kepribadian bipolar dan batas

Gangguan afektif musiman (SAD) adalah jenis depresi yang dipicu oleh perubahan musim.

SAD umumnya terjadi di empat negara musiman. Gejala-gejala depresi biasanya mulai muncul pada akhir musim gugur dan mencapai puncaknya selama musim dingin.

Gejala pertama SAD termasuk munculnya kesedihan yang berkepanjangan, nafsu makan berkurang, kurangnya energi dan kesulitan berkonsentrasi.

Begitu di musim dingin, gangguan mental ini bisa membuat Anda merasa lelah dan tertidur.

  1. Skizofrenia

perbedaan skizofrenia dan gangguan bipolar

Insomnia, rasa kantuk yang berlebihan di siang hari, hipersomnia adalah beberapa gangguan tidur yang sering ditemukan pada penderita skizofrenia.

Gangguan tidur ini dapat muncul sebagai gejala, efek samping pengobatan atau karena masalah saraf yang diderita penderita.

Berdasarkan penelitian dalam Journal of Clinical and Diagnostic Research, 83 persen pasien skizofrenia memiliki kualitas tidur yang buruk.

Dari total jumlah pasien yang diteliti, 32% mengalami rasa kantuk yang berlebihan di siang hari. Akibatnya, pasien dengan gangguan mental ini akan tidur berlebihan.

  1. Gangguan stres pasca-trauma (PTSD)

Gangguan mental lain yang dapat menyebabkan tidur berlebihan adalah gangguan stres pasca-trauma (PTSD).

Keinginan untuk tidur terlalu banyak biasanya timbul karena faktor fisik dan psikologis yang membuat penderita PTSD yang lelah merasa mudah.

Faktor-faktor ini termasuk:

Stres yang diperpanjang
Gejala depresi
Ketakutan berlebihan yang membuat pasien merasa bahwa mereka harus selalu waspada
Orang sakit berusaha merasa baik di depan orang lain
Menghadapi trauma yang memicu

Meskipun tidak selalu disebabkan oleh gangguan mental, tidur yang berlebihan tidak boleh dianggap remeh.

Jika tidak ditangani dengan benar, masalah kejiwaan dan gangguan tidur yang berkepanjangan dapat memperburuk kondisi timbal balik.Cobalah berkonsultasi dengan dokter jika Anda menemukan gangguan tidur ini untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Baca Juga :