Paris Najd Berita 9 Perlengkapan Pengukur Curah Hujan serta Metode Kerjanya

9 Perlengkapan Pengukur Curah Hujan serta Metode Kerjanya

Hujan ialah kejadian dimana turunnya titik- titik air ataupun kristal hujan es dari awan hingga ke permukaan tanah( baca: watak raga tanah). Curah hujan( dalam satuan milimeter) ialah ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar, tidak menguap, tidak menyerap, serta tidak mengalir.

Perlengkapan buat mengukur jumlah curah hujan yang turun ke permukaan tanah( per satuan luas) diucap dengan penakar hujan. Jadi, curah hujan yang diukur sesungguhnya merupakan tebalnya ataupun tingginya permukaan air hujan yang menutupi sesuatu wilayah luasan di permukaan bumi( baca: kerak bumi, struktur bumi). Bagaikan contoh: Di satu posisi pengamatan curah hujannya 10 milimeter, itu berarti posisi tergenang oleh air hujan setinggi ataupun tebalnya dekat 10 milimeter( millimeter) spectrophotometer .

Bersumber pada mekanismenya, perlengkapan pengukur curah hujan dipecah jadi 2 kalangan ialah penakar hujan jenis manual serta penakar hujan jenis otomatis( perekam).

Penakar Hujan Jenis Manual

Perlengkapan penakar hujan manual pada dasarnya cuma berbentuk kontainer ataupun ember yang sudah dikenal diameternya. Pengukuran hujan dengan memakai perlengkapan ukur manual dicoba dengan metode air hujan yang tertampung dalam tempat penampungan air hujan tersebut diukur volumenya tiap interval waktu tertentu ataupun tiap satu peristiwa hujan. Dengan metode tersebut cuma diperoleh informasi curah hujan sepanjang periode tertentu. Perlengkapan penakar hujan manual terdapat 2 tipe, ialah thickness meter :

Penakar Hujan Ombrometer Observatorium

Penakar hujan jenis observatorium merupakan penakar hujan manual yang memakai gelas ukur buat mengukur air hujan. Penakar hujan( baca: hujan buatan) ini ialah penakar hujan yang banyak digunakan di Indonesia serta ialah standar di Indonesia. Penakar ombrometer observatorium mempunyai kelebihan, ialah gampang dipasang, gampang dioprasikan, serta pemeliharaanya pula relatif gampang.

Kekurangannya merupakan informasi yang didapat cuma buat jumlah curah hujan sepanjang periode 24 jam, berbahaya kekurasakan gelas ukur, serta efek kesalahan pembacaan bisa terjalin dikala membaca permukaan dari besar air di gelas ukur sehingga hasilnya bisa berbeda. Prinsip kerja perlengkapan ini merupakan jual alat pengukur :

Dikala terjalin hujan( baca: jenis- jenis hujan), air masuk ke dalam corong penakar.

Air yang masuk ke dalam penakar dialirkan serta terkumpul di dalam tabung penampung.

Pada jam- jam pengamatan air hujan yang tertampung diukur dengan memakai gelas ukur.

Apabila jumlah curah hujan yang tertampung melebihi kapasitas gelas ukur, hingga pengukuran dicoba sebagian kali sampai air hujan yang tertampung bisa terukur seluruh.

Penakar Hujan Jenis Otomatis

Perlengkapan ukur hujan otomatis merupakan perlengkapan penakar hujan yang mekanisme pencatatan hujannya bertabiat otomatis( perekam). Dengan memakai perlengkapan ini bisa mengukur curah hujan besar ataupun rendah( baca: khasiat curah hujan besar untuk kehidupan manusia) selang periode waktu tertentu pula bisa dicatat lamanya waktu hujan. Dengan demikian besarnya keseriusan curah hujan bisa didetetapkan.

Pada dasarnya perlengkapan hujan otomatis ini sama dengan perlengkapan pengukur manual yang terdiri dari 3 komponen ialah corong, bejana pengumpul serta perlengkapan ukur. Perbedaanya terletak pada komponen bejana serta perlengkapan ukurnya terbuat secara spesial. Perlengkapan Penakar hujan otomatis antara lain:

Baca Juga : Aplikasi Edit Video di Smartphone Terbaik, Android serta iOS

Penakar Hujan Jenis Bendix

Penakar hujan otomatis yang yang lain ialah jenis bendix yang sekilas nampak semacam tiang bendera tetapi ini ialah salah satu penakar hujan otomatis yang metode kerjanya lumayan sederhana.

Metode kerja penakar hujan jenis bendix ini merupakan:

Penakar hujan jenis bekerja dengan metode menimbang air hujan( baca: guna air hujan)

Air hujan ditampung dalam timbangan yang telah disediakan.

Lewat metode mekanis hasil dari timbangan ini ditransfer melalui

duri petunjuk berpena.

Hingga hendak dikenal curah hujan lewat penimbangan air yang ditransferkan dari duri petunjuk ke dalam kertas pias

Penakar Hujan Tipping Bucket

Pengukuran yang dicoba dengan tipping bucket sesuai buat penumpukan hujan yang berjumlah di atas 200 milimeter/ jam ataupun lebih. Prinsip kerjanya simpel, ialah:

Air hujan hendak masuk lewat corong penakar, serta setelah itu mengalir buat mengisi bucket.

Tiap jumlah air hujan yang masuk sebanyak 0. 5 milimeter ataupun beberapa 20 ml hingga bucket hendak berjungkit dimana bucket yang satunya hendak serta siap buat menerima air hujan yang masuk selanjutnya.

Pada dikala bucket berjungkit inilah pena hendak menggores pias 0. 5 skala( 0. 5 milimeter).

Pena hendak menggores pias dengan gerakan naik serta turun.

Dari guratan pena pada skala pias bisa dikenal jumlah curah hujannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *